Air alkali beberapa waktu belakangan ini sedang jadi
perhatian mereka yang peduli pada kesehatan, karena diyakini dapat
menyeimbangkan kadar pH asam-basa pada tubuh. Kondisi tubuh yang lebih
mengarah ke pH asam, akan memicu banyak penyakit sehingga perlu
mengonsumsi alkaline water ionizer, demikian pendapat sebagian orang.
Air alkali memiliki pH lebih dari 7. Jadi bisa 7,5 atau 8, bahkan 9
dan lebih. Itu menandakan ia bersifat basa. pH sendiri adalah singkatan
dari potensi hidrogen. Dengan kata lain, pH menunjukkan kadar ion
hidrogen dalam air tersebut.
Untuk mengionizer air alkali, biasanya dilakukan dengan memakai mesin yang dapat melakukan elektrolisis.
“Jika Anda mengambil baterai dan hook dan meletakkannya ke dalam segelas air, dan menempatkan dua terminal di dalam air, Anda akan melihat gelembung keluar dari air. Inilah yang dinamakan dengan proses elektrolisis,” ungkap Aeronautical dan Astronautical Engineer asal Amerika, Robert Slovak, seperti dilansir laman Liputan6.
Lalu, benarkah dengan banyak mengonsumsi air alkali maka kondisi
tubuh akan jadi lebih basa? Ternyata Robert tak beranggapan demikian.
“Orang-orang yakin bahwa air alkali cukup untuk menetralkan asam, itu tidak benar,” kata dia.
Air dengan pH basa itu tak bisa dengan serta merta mengubah pH asam
tubuh. Bahkan menurut Robert, tidak akan terjadi apa-apa di perut karena
ia akan dinetralkan dalam sekejab.
Ketersediaan mineral alkali dalam jumlah besar dalam air lah yang
dapat membuat pH tubuh berubah. Dan itu harus berlangsung terus menerus.
“Ionizer alkali tidak memberikan kontribusi terhadap keseimbangan asam-basa dalam tubuh Anda,” tambah dia.
Malahan, jika proses filtrasi air alkali kurang baik, maka air masih mengandung bahan yang mencemari air hingga tidak sehat diminum.
Sidomi com


0 komentar:
Posting Komentar